Pantauan Radar BMKG: Awan Hitam Pekat Mulai Masuki Wilayah Jawa Barat

Bandung – Bagi warga Jawa Barat, sepertinya sore ini perlu menyiapkan payung atau segera memasukkan jemuran. Berdasarkan pantauan terbaru dari Citra Radar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gumpalan awan konvektif berwarna hitam pekat dilaporkan mulai bergerak memasuki wilayah Jawa Barat dari arah pesisir dan pegunungan.

Fenomena ini mengindikasikan adanya potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah titik dalam beberapa jam ke depan.


Wilayah yang Perlu Waspada

Berdasarkan deteksi radar, pergerakan awan ini terpantau cukup masif di beberapa zona kunci, antara lain:

  • Bogor & Depok: Menjadi pintu masuk utama awan dari arah selatan dan barat.
  • Bandung Raya: Potensi hujan disertai angin kencang karena faktor topografi pegunungan yang mempercepat pembentukan awan.
  • Sukabumi & Cianjur: Wilayah pesisir selatan terpantau memiliki intensitas awan yang sangat tebal.
  • Bekasi & Karawang: Terkena dampak pergerakan awan dari arah laut utara.

Apa yang Harus Diantisipasi?

Awan hitam pekat atau sering disebut awan Cumulonimbus ini bukan sekadar tanda hujan biasa. BMKG memperingatkan adanya potensi:

  1. Hujan Lebat Mendadak: Durasi mungkin singkat, tapi debit air sangat tinggi.
  2. Angin Kencang (Puting Beliung): Waspadai pohon tumbang atau papan reklame yang rapuh.
  3. Petir yang Intens: Sebaiknya hindari berada di lapangan terbuka atau di bawah pohon besar.
  4. Penurunan Jarak Pandang: Bagi pengendara motor dan mobil, harap berhati-hati karena jarak pandang bisa turun drastis di bawah 50 meter.

Catatan Penting: BMKG menghimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. Jika langit sudah terlihat gelap secara ekstrem dan angin mulai kencang, segera cari tempat berlindung yang kokoh.


Update Real-Time

Masyarakat disarankan untuk terus memantau aplikasi Info BMKG atau mengikuti akun media sosial resmi BMKG untuk mendapatkan update peringatan dini (nowcasting) per kecamatan. Jangan lupa cek saluran air di sekitar rumah agar tidak terjadi genangan mendadak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *